Tuesday, February 17, 2009
Merusak Diri
Friday, February 6, 2009
Meragu dan Lalu
Ingin aku bercerita lagi, tentang ujian-ujian yang semakin aku tak mengerti ini ataupun tentang semangat yang semakin berapi-api. Tentang malam-malam yang semakin sepi juga seringnya perempuan menggoda hati.
Tetapi ketika aku memandang sejenak, jauh keluar jendela kamar, yang terhampar hanyalah ruang dan waktu. Kamu semakin berlalu dan mungkin juga menjauh. Hanya ada rindu yang bergemuruh. Rindu aku denganmu.
9 Jan 08
Dolank
Monday, January 5, 2009
Universitas Serba Ada
Thursday, December 18, 2008
Wajah Bulan Juni
Sementara itu di masyarakat sebuah kesalahpahaman sosial merebak hingga melunturkan atau mungkin lebih tepatnya merendahkan semangat keislaman sekelompok orang. Sesama muslim yang semestinya bersaudara begitu mudahnya merendahkan saudaranya. Ketika budaya islam diperjuangkan oleh kaum minoritas tapi dianggap sebagai pelecehan. Beginikah wajah muslim Indonesia..?
Ketika sebuah kata, yang namanya laskar menjadi sebuah kata yang menjual, bermunculanlah berbagai macam laskar, hal yang sudah biasa di negeri ini. Tapi menjadi memalukan ketika keberanian untuk mati hanya menjadi sebuah ikon yang merebak bagaikan jamur dimusim hujan dari para pemimpin pondok ketika mereka hanya bertujuan untuk menuntut adanya pembubaran dari sekelompok orang yang mencoba berjalan dinegeri yang kecil ini. Namun ketika dihadapkan dengan tanah palestina, golok-golok mereka menjadi pisau dapur, otot-otot hamburger menjadi otot tempe, dan hati yang bagaikan naga menjadi cacing yang meringkuk.
Kita yang semestinya sama-sama berjuang membela yang telah pasti hak-nya, malah tercebur dengan konflik baru demi mendapatkan popularitas sesaat. Atau mungkin konflik lama yang hanya menunggu waktu untuk siap melumat kaum urban negeri ini, yang berani berbicara ketika mulut dikunci. Sementara hati saudaranya yang dikenal mayoritas dikeruhkan biar segala menjadi rancu.
Inilah yang terjadi di negeri kami, negeri dimana surga bagi para ustad yang tak mampu menjaga mulutnya, ketika telinga telah disamarkan, sementara mata dibutakan. Dan menjadi muslim hanyalah ikon yang menjanjikan untuk memulai usaha, bukan sebagai sebuah prinsip yang harus dibela ketauhidannya dan diangkat martabatnya.
Juni 08
Dolank
Friday, December 12, 2008
Nengkono Nengdi
Friday, November 28, 2008
Cahaya
Aku lupa menulis cinta.
Seperti yang pernah tertulis dahulu apa itu cinta, hanya sebuah kata dalam kamus hitamku. Menuliskannya hanya akan menghitamkan jalanku seperti pekatnya kamus itu. Menggoreskannya hanya akan membuaikan lelap tidurku hingga terlupa dengan realita.
Aku hanya ingin menuliskan kamu. Bukan yang lainnya. Karena tak ada yang lebih bercahaya ketika pena menari diatas kertas selain kawan dan tentu saja juga kamu.
Tapi ketika ini, ketika penaku menggoreskan kamu, hanya ada kata, jauh.
22 November 2008
Dolank